
Rumah Batik Kota Probolinggo kedatangan ratusan wisatawan mancanegara (wisman) yang berasal lebih dari 50 negara dari Kapal Pesiar Westerdam asal Belanda. Kunjungan ini merupakan salah satu agenda city tour kapal pesiar tersebut di Kota Probolinggo. Bekerjasama dengan penggiat pariwisata, Rumah Batik yang berlokasi di Jl. Mastrip No. 159 ini memberikan layanan wisata edukasi batik dan belanja oleh-oleh khas Kota Probolinggo yang tentunya sangat menarik, edukatif, dan bernilai seni tinggi.
Kamis (25/12/25), Rumah Batik Kota Probolinggo kedatangan ratusan wisatawan mancanegara (wisman) yang berasal lebih dari 50 negara dari Kapal Pesiar Westerdam asal Belanda. Kunjungan ini merupakan salah satu agenda city tour kapal pesiar tersebut di Kota Probolinggo. Bekerjasama dengan penggiat pariwisata, Rumah Batik yang berlokasi di Jl. Mastrip No. 159 ini memberikan layanan wisata edukasi batik dan belanja oleh-oleh khas Kota Probolinggo yang tentunya sangat menarik, edukatif, dan bernilai seni tinggi.
Diawali dengan
suguhan penjelasan singkat tentang pengenalan budaya batik Indonesia dan tanya
jawab seputar pariwisata dan budaya khas
daerah, tampak para turis mancanegara ini sangat antusias mengikuti paparan
dari penggiat pariwisata. Tak hanya mendengarkan paparan singkat tentang batik,
para turis juga berkesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan batik serta
berkesempatan untuk praktek langsung pembuatan batik tulis seukuran sapu
tangan. Mulai dari menggambar pola, mencanting, proses pewarnaan dan dapat
membawa pulang hasil karya seni yang dipraktekkan seolah menjadi kebanggaan
tersendiri bagi turis mancanegara tersebut. Tak hanya praktek pembuatan batik tulis versi
mini, para wisatawan juga tampak menikmati aneka gelar batik karya pengrajin
Kota Probolinggi beserta filosofinya yang dipamerkan pada Ruang Galeri dan Workshop
Rumah Batik ini. Mereka terlihat mengagumi karya-karya batik yang dipamerkan
dan tak jarang tertarik untuk membeli salah satu produk yang dipajang.
Di ruang promosi rumah batik, puluhan turis mancanegara juga antusias untuk melihat aneka barang kerajinan yang dijual. Aneka kain batik, baju batik, kerajinan bordir, rajutan, dan aksesoris karya IKM Kota Probolinggo hampir sebagian besar ludes terjual. Kain batik masih menjadi primadona barang kerajinan yang banyak dicari oleh turis. Wendy, salah satu turis asal Kanada mengaku sangat antusias dengan kain batik dan baju batik berwarna ungu. Sebagai pecinta warna tersebut, beliau meminta dicarikan beraneka ragam produk berwarna ungu. Tak ayal, 7 (tujuh) produk batik dan turunannya langsung diborong saat itu juga! Tentu saja hal ini sangat menggembirakan bagi para Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Probolinggo yang menitipkan penjualan produknya pada rumah batik. Adanya even ini sangat membantu meningkatkan pendapatan para IKM dan sekaligus sebagai ajang promosi yang efektif bagi produk mereka. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari event ini omzet penjualan produk IKM berhasil meraih angka yang sangat memuaskan, tentu hal ini sangatlah menggembirakan dan membuat para IKM bergairah untuk selalu berkarya di bidang seni dan industri kreatif.
Retno Fadjar Winarti, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja selaku Pembina IKM dan Rumah Batik Kota Probolinggo menyatakan bahwa dengan adanya kunjungan wisatawan mancanegara yang merupakan pelancong dari kapal pesiar ke Rumah Batik Kota Probolinggo, tidak hanya menjadi ajang promosi budaya lokal, tetapi juga berdampak positif secara siginikan terhadap perputaran ekonomi daerah melalui pembelian produk batik dan turunannya. “Momen ini menjadi awal baik kerja sama Rumah batik Kota Probolinggo dengan penggiat pariwisata, dan juga awal yang baik untuk menampung aspirasi dan kerja sama dengan penggiat pariwisata. Sehingga ke depan, Rumah batik Kota Probolinggo selalu menjadi destinasi wisata, baik wisatawan lokal maupun mancanegara”, pungkasnya.